
Trimurti menjelaskan roh yang masuk ke dalam sebuah tubuh akan menjadi bodoh karena terikat oleh sifat tubuh yang dekenal dengan istilah Satyam, Rajas, Tamas, namun jarang ada yang memahami kapan sifat Satyam, Rajas, Tamas menguasai kita.
Ada cara termudah untuk mengetahui kapan sifat-sifat tersebut menguasai kita, yakni dengan mengetahui ciri-cirinya, yaitu:
Sifat-sifat tersebut diatas, diciptakan Tuhan melekat seiring dan sekaligus memperkuat proses sebab akibat dalam setiap unsur penciptaan alam termasuk tubuh setiap mahluk, apakah itu manusia, hewan, tumbuhan, setan, iblis, jin, malaikat (Dewa), dan penyerapan sifat pada setiap ciptaannya ditujukan untuk membedakan mahluk yang diciptakannya, misalnya:
Lazimnya kita mengenal tubuh manusia, hewan, dan tumbuhan, terdiri dari 5 unsur (Panca Maha Butha). Proses pembentukan tubuh-tubuh inilah yang digerakan oleh sifat Satyam, Rajas, Tamas yang akhirnya kita kenal dengan sifat alam. Dan sifat-sifat tersebut menjadi penyebab kebodohan dan keterikatan terhadap alam tempat hidupnya.
Namun demikian ke tiga sifat tersebut sangat dibutuhkan pula sebagai penggerak hukum alam, yang sudah kita kenal sebagai hukum sebab akibat.
Dibandingkan dengan Hewan dan Tumbuhan hanya manusia lah yang bisa menggunakan sifat Satyam dengan baik, sekali gus menjadikan sifat Rajas dan Tamas sebagai bahan analisa atau perenungan untuk mencapai pencerahan.
Ajaran Trimurti juga menegaskan bahwa ketiga Dewa yang mulia yaitu Brahma,Wisnu dan Siwa adalah penguasa sifat-sifat alam tadi, yaitu:
Maka untuk memahami sifat-sifat tersebut, sampai kita bisa menguasai sekali gus membebaskan diri dari ikatannya sembahlah ketiga dewa mulia tersebut.
Karena hanya Manusia yang mampu menganalisa dengan baik, maka hanya manusia sajalah yang bisa mencapai Moksa, yaitu kondisi dimana sang roh setelah keluar dari tubuh tidak lagi terikat dengan memori kehidupan di dunia yang dipengaruhi oleh sifat Satyam, Rajas, Tamas, bahkan para Dewa bila ingin moksa mereka harus memohon kepada Tuhan untuk dijelmakan menjadi manusia.
Jadi manfaat hidup kita menjadi manusiasaat ini hendaknya digunakan sebaik-baiknya, artinya Trimurti mengajarkan, bahwa Tuhan menciptaka alam ini prosesnya selalu sama, mulai dengan mencipta sistim sebuab akibat disebut Karma Phala, kemudian motor pemicu terjadinya sebab akibat itu adalah ketiga sifat Satyam, Rajas, Tamas, sampai tercipta unsur-unsur pembentuk material itu (Panca Maha Butha).
Disini leluhur merumuskan kembali, moksa adalah pembebasan diri dari sifat Satyam, Rajas, Tamas, dengan rumusan A, Na, Ca, Ra, Ka,...... dan seterusnya.
Ada cara termudah untuk mengetahui kapan sifat-sifat tersebut menguasai kita, yakni dengan mengetahui ciri-cirinya, yaitu:
- Ciri sifat Satyam adalah, kita dipengaruhi oleh rasa bangga, walaupun yang kita lakukan sesungguhnya baik atau benar.
- Ciri sifat Rajas, ketika kita mengalami emosi, nafsu, serakah.
- Ciri sifat Tamas, ketika kita dikuasai sifat iri, dengki, malas, dan kebodohan.
Sifat-sifat tersebut diatas, diciptakan Tuhan melekat seiring dan sekaligus memperkuat proses sebab akibat dalam setiap unsur penciptaan alam termasuk tubuh setiap mahluk, apakah itu manusia, hewan, tumbuhan, setan, iblis, jin, malaikat (Dewa), dan penyerapan sifat pada setiap ciptaannya ditujukan untuk membedakan mahluk yang diciptakannya, misalnya:
- Para Dewa sifat yang dominan adalah Satyam, dan alam kehidupannya disebut alam Mental (Surga).
- Para Setan (Butha), Iblis (Kala), Jin (Dengen)sifat dominannya adalah Rajas, alam kehidupannya berada di alam Astral (Neraka) termasuk di Bumi ini.
- Para Manusia, Hewan dan Tumbuhan dominan diikat oleh sifat Satyam, Rajas, Tamas,alam kehidupannya sudah pasti di Bumi karena Bumi juga dipengaruhi oleh alam Mental.
Lazimnya kita mengenal tubuh manusia, hewan, dan tumbuhan, terdiri dari 5 unsur (Panca Maha Butha). Proses pembentukan tubuh-tubuh inilah yang digerakan oleh sifat Satyam, Rajas, Tamas yang akhirnya kita kenal dengan sifat alam. Dan sifat-sifat tersebut menjadi penyebab kebodohan dan keterikatan terhadap alam tempat hidupnya.
Namun demikian ke tiga sifat tersebut sangat dibutuhkan pula sebagai penggerak hukum alam, yang sudah kita kenal sebagai hukum sebab akibat.
Dibandingkan dengan Hewan dan Tumbuhan hanya manusia lah yang bisa menggunakan sifat Satyam dengan baik, sekali gus menjadikan sifat Rajas dan Tamas sebagai bahan analisa atau perenungan untuk mencapai pencerahan.
Ajaran Trimurti juga menegaskan bahwa ketiga Dewa yang mulia yaitu Brahma,Wisnu dan Siwa adalah penguasa sifat-sifat alam tadi, yaitu:
- Dewa Brahma penguasa sifat Rajas,
- Dewa Wisnu penguasa sifat Satyam,
- Dewa Siwa penguasa sifat Tamas.
Maka untuk memahami sifat-sifat tersebut, sampai kita bisa menguasai sekali gus membebaskan diri dari ikatannya sembahlah ketiga dewa mulia tersebut.
Karena hanya Manusia yang mampu menganalisa dengan baik, maka hanya manusia sajalah yang bisa mencapai Moksa, yaitu kondisi dimana sang roh setelah keluar dari tubuh tidak lagi terikat dengan memori kehidupan di dunia yang dipengaruhi oleh sifat Satyam, Rajas, Tamas, bahkan para Dewa bila ingin moksa mereka harus memohon kepada Tuhan untuk dijelmakan menjadi manusia.
Jadi manfaat hidup kita menjadi manusiasaat ini hendaknya digunakan sebaik-baiknya, artinya Trimurti mengajarkan, bahwa Tuhan menciptaka alam ini prosesnya selalu sama, mulai dengan mencipta sistim sebuab akibat disebut Karma Phala, kemudian motor pemicu terjadinya sebab akibat itu adalah ketiga sifat Satyam, Rajas, Tamas, sampai tercipta unsur-unsur pembentuk material itu (Panca Maha Butha).
Disini leluhur merumuskan kembali, moksa adalah pembebasan diri dari sifat Satyam, Rajas, Tamas, dengan rumusan A, Na, Ca, Ra, Ka,...... dan seterusnya.


0 komentar:
Poskan Komentar